Sudah seminggu ini Vita merasa gigi gerahamnya sakit, bahkan terkadang disertai sakit kepala. Setelah diperiksa dokter gigi dan dilakukan rontgen, ternyata sumbernya adalah gigi bungsu yang mulai tumbuh.

Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga dan geraham terakhir yang tumbuh. Letaknya berada di bagian paling belakang deretan geraham atas dan bawah. “Umumnya, setiap orang memiliki benih gigi bungsu, meskipun waktu tumbuhnya berbeda-beda. Sama seperti gigi lainnya,” kata drg. Adritia Pratami dari Kharinta Clinic, Bintaro.

drg. Adritia Pratami

drg. Adritia Pratami

Fungsi gigi bungsu sebetulnya sama dengan gigi geraham lain. Hanya saja, karena tumbuhnya yang paling lambat dan terakhir, maka ia hanya membantu fungsi geraham pertama dan kedua. Contohnya ketika geraham pertama atau kedua rusak, tanggal, atau tidak bisa lagi berfungsi sempurna.

Namun, seiring perkembangan teknologi kedokteran gigi saat ini, “Gigi bungsu sebetulnya sudah tidak dibutuhkan lagi karena perawatan gigi yang semakin canggih dan mudah. Cuma, di kita, masih banyak orang yang tidak merawat giginya secara benar, sehingga kemungkinan gigi geraham rusak atau tanggal masih saja ada sehingga gigi bungsu masih dibutuhkan,” lanjut Tia, nama panggilan Adritia.

Tumbuh Tak Normal

Waktu tumbuh gigi bungsu pada setiap orang berbeda-beda, namun rentang tumbuh umumnya dimulai sejak usia sekitar 18 sampai 30 tahunan. Pada saat ia tumbuh, biasanya akan timbul rasa sakit, bisa disertai sakit kepala.

“Sebagian besar gejala gigi bungsu yang mau tumbuh adalah rasa sakit, gusi bengkak, terlihat seperti mahkota gigi mau keluar, rasa tidak nyaman di daerah rahang, dan pusing,” lanjut Tia. Rasa sakit ini disebabkan oleh pertumbuhan  atau erupsi gigi bungsu yang mendesak geraham lain akibat kurangnya tempat untuk tumbuh.

Posisi gigi bungsu juga menentukan tumbuhnya gigi bungsu. Misalnya, gigi bungsu akan lebih mudah tumbuh pada orang yang memiliki rahang lebar atau panjang. Sebaliknya, jika pemilik gigi bungsu berahang kecil, maka proses keluar atau erupsi gigi bungsu akan lebih susah. Begitu juga letak benih, akan memengaruhi apakah gigi bungsu keluar atau tidak.

Posisi gigi bungsu yang berada di bagian paling belakang dan erupsi yang paling akhir juga membuat gigi bungsu seringkali tidak tumbuh secara sempurna. Ada yang tumbuh normal, tapi ada juga yang mengalami impaksi alias tumbuh tidak pada tempatnya. Pertumbuhan gigi bungsu juga bisa memengaruhi letak gigi geligi, khususnya pada mereka yang memakai bracket.

Membuka Gusi

Impaksi merupakan salah satu gangguan yang muncul terkait kehadiran gigi bungsu. Impaksi adalah gigi bungsu yang tumbuh tidak pada tempatnya karena posisi yang tidak memungkinkan.

Gangguan lain adalah perikoronitis atau peradangan gusi pada mahkota gigi yang baru erupsi. “Biasanya, karena posisi gigi yang berada di bawah gusi, gigi bungsu akan mendesak gusi untuk tumbuh. Akibatnya, gusi jadi bengkak,” kata Tia.

Pada saat gigi bungsu berusaha erupsi, akan ada ruang di antara gigi dan gusi. Nah, biasanya timbunan makanan atau sisa-sisa makanan akan masuk ke celah tersebut dan menyebabkan gusi makin bengkak. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan operkulektomi, yakni semacam operasi kecil membuka gusi dengan sayatan (insisi) sehingga permukaan gigi bungsu akan terekspos dan mudah keluar.

Tapi, tindakan ini juga tergantun posisi gigi. Kalau posisi gigi bagus tapi gusinya bengkak, biasanya hanya akan dilakukan operkolektomi atau membuka gusi dengan sayatan supaya gigi bungsu tumbuh lebih cepat dan gusi tidak meradang. Tapi, jika gigi bungsu mengalami impaksi, kebanyakan gigi bungsu akan diambil, apalagi kalau gusi sudah bengkak.

Merusak Gigi Sehat

Posisi erupsi gigi bungsu bisa beragam, ada yang keluar dengan posisi normal tegak ke atas, ada juga yang bermasalah.

Dikatakan bermasalah misalnya gigi tumbuh miring, posisi tiduran, atau hanya keluar setengah. Bisa juga gigi bungsu mendesak gigi geraham yang sehat di depannya sehingga geraham yang didesak mengalami kerusakan. “Gigi bungsu akan berusaha keluar dengan merusak gigi yang sehat. Akhirnya, gigi bungsu terpaksa dikorbankan ketimbang harus kehilangan dua-duanya,” lanjut Tia.

Posisi gigi bungsu yang tiduran biasanya berada di bawah tulang. Jika ini yang terjadi, akan dilakukan insisi pada gusi, tulang dibor, dan gigi diambil. “Penyembuhannya akan lebih lama daripada yang sudah tumbuh sedikit,” kata Tia.

Selesai operasi pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain tidak boleh merokok. Pasalnya pada saat merokok, gusi akan menjaid kering (dry socket) sehingga area di sekitarnya akan terasa lebih sakit. Setekah dicabut, gusi jadi “bolong” dan darah akan menggumpal memenuhi bolongan. “Gumpalan darah ini diperlukan supaya gusi bisa menutup lagi,” jelas Tia. Pasalnya jika tidak, Tia melanjutkan, akan semakin lama prosesnya. “Takut malah tidak menutup denga sempurna. Sama seperti radang gusi. Makanan akan masuk dan bengkak lagi.”

Tidak Berkumur

Usai pengangkatan gigi bungsu, disarankan oula untuk tidak berkumur-kumur terlebih dahulu, setidaknya selama 24 jam. Berkumur terlalu keras memang sebaiknya dihindari karena gumpalan darah akan keluar lagi dan tidak menutup gusi secara sempurna. Menggosok gigi serta makan dan minum juga harus diperhatikan.

“Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas. kalau mau menggosok gigi, sebaiknya hindari area yang dekat denan daerah operasi, menggosoknya pun jangan terlalu keras,” saran Tia.

Kenali Tandanya

Sebenarnya, tumbuhnya gigi bungsu merupakan sesuatu yang normal selama tidak muncul keluhan. Ada yang merasa sakit di bagian rahang, sakit gigi, atau sering sakit kepala.

“Ini karena gigi bungsu menekan saraf. Pada beberapa kasus, begitu gigi bungsu dicabut, sakit kepala akan berhenti. Timbulnya pun berbeda-beda. Pada beberapa orang, gigi bungsu malah keluar di usia-usia 30 tahunan tanpa keluhan berarti,” lanjut Tia.

Bagi siapapun yang mulai merasa gigi bungsuny tumbuh, Tia menyarankan agar segera ke dokter gigi. Dokter akan melakukan foto X-Ray untuk melihat apakah gigi bungsu tumbuh denga baik atau tidak. Selain itu, jika sudah mulai ada tanda-tanda gusi bengkak, sakit, dan terasa ada yang mengganjal di bagian belakang, lebih baik segera mencari tahu penyebabnya ke dokter gigi.

Dokter akan memutuskan apakah sebaiknya dilaukan tindakan mengangkat gigi bungsu atau cukup dengan operkolektomi, “Kalau rahangnya cukup, posisinya oke, biasanya cukup dilakukan operkolektomi,” kata Tia.

penulis : Hasto Prianggoro

Sumber : Tabloid Nova no. 1389/XXVII, 6-12 Oktober 2014